Bandung, Media informasi ,-
Masjid Al-Mansur melaksanakan
Kajian Tadabbur Al-Qur’an ba’da Subuh
bersama Ustad Edi Supriadi, SE, M.Ek.Sy. dan
dilaksanakan buka bersama , Takjil Berkah Ramadhan, Taraweh serta kultum dari Syafei Sofyandi , Aries Diana di hari ke-3 di Masjid Al-Mansur, Senin, (3/3/2025). Foto Aries
acara didukung penceramah
Ustad Edi Supriadi, SE, M.Ek.Sy., H.Aries Diana, Syafei Sofyandi, King Property, P.Ganjar dan Hamba Allah yang memberikan
untuk takjil dan buka bersama diantara 30 paket agar-agar , mendoan, bala2 dan air mineral, dan teh manis
Pesan dalam tolabul Ilmu ; bahwa
Seorang yang sibuk dengan tolabul ilmi (belajar dan mengajarkan qur’an), sementara yang bersangkutan tidak sempat berdoa untuk dirinya sendiri maka dia akan mendapatkan kebaikan dari do’a orang-orang yang ada di majelis ilmunya.
Seseorang yang selalu mengajak kejalan kebaikan, menunjukkan kecintaannya kepada sesamanya.
Belumlah sempurna keimanan seseorang, sebelum ia mencintai orang lain seperti mencintai dirinya sendiri.


Tugas sebagai orang beriman adalah amar ma’ruf yaitu mengajak orang lain kejalan kebaikan, termasuk mengundang ke majelis-majelis ilmu agama.
Sementara hidayah kepada siapa diberikan, itu hanya dengan izin Allah.
Firman Allah SWT berbunyi
وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَاٰ مَنَ مَنْ فِى الْاَ رْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًا ۗ اَفَاَ نْتَ تُكْرِهُ النَّا سَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di Bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?”
(QS. Yunus : 99)
وَمَا كَا نَ لِنَفْسٍ اَنْ تُؤْمِنَ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
“Dan tidak seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak mengerti.”(QS. Yunus : 100)
Orang beriman itu punya sifat muroqobah merasa selalu diawasi Allah dan MalaikatNya dalam setiap apa yang dilakukannya, sehingga selalu berusaha berbuat kebaikan semata karena Allah.
Firman Allah SWT : mengatakan
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(QS. Qaf : 16)
اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَا لِ قَعِيْدٌ
“(lngatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.”
(QS. Qaf : 17)
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”
(QS. Qaf : 18)
Ramadhan dan Al-Qur’an
Kemuliaan bulan Ramadhan, karena didalamnya ada :
- Diturunkannya Al-Qur’an (dibawa oleh Malaikat termulia dari lauhil mahfudz kepada Baginda Nabi SAW)
- Ada malam lailatul qodar (yang pahala ibadahnya = 1000 bulan)
Hadits Rasulullah SAW dari Abdullah bin Umar RA :
Sesungguhnya Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat di yaumil akhir.
Maka mumpung kita diberi kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadhan, manfaatkan sebaik2nya utk beribadah dengan penuh keimanan.
Karena semua yg ada dalam diri kita akan diminta pertanggungjawaban.
(QS. Al Israa’ : 36).
Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat bagi para pembacanya Aamiin YRA (media informasi & publikasi).